Jakarta – MacBook Neo membawa chip A18 Pro sebagai otak utamanya, bukan seri M seperti MacBook Air biasa. Chip 3nm ini memiliki 6-core CPU dan 5-core GPU yang membuat performa harian jauh lebih responsif. Baik untuk multitasking berat, editing foto di Lightroom, atau streaming 4K, semuanya berjalan mulus tanpa lag. Neural Engine 16-core juga membuat fitur Apple Intelligence semakin cerdas dan cepat.
Perbandingan performa MacBook Neo dengan iPhone 16 Pro sangat mengejutkan. GPU yang sama memungkinkan gaming ringan seperti Resident Evil 4 Remake atau Genshin Impact berjalan pada frame rate tinggi. Sementara itu, efisiensi daya chip ini membuat baterai tahan hingga 18 jam pemakaian normal. Cocok sekali untuk mahasiswa yang kuliah sambil nugas seharian tanpa colokan.
Fitur machine learning di MacBook Neo juga semakin canggih. Apple Intelligence kini bisa merangkum dokumen, membuat slide presentasi otomatis, hingga mengedit foto dengan perintah suara. Semua berjalan on-device sehingga privasi data tetap terjaga. Ini adalah lompatan besar bagi pengguna yang butuh AI tanpa berlangganan layanan cloud mahal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dibandingkan MacBook Air M3 generasi lalu, MacBook Neo dengan A18 Pro menawarkan performa single-core hingga 25% lebih cepat. Suhu tubuh laptop tetap dingin berkat sistem pendingin pasif yang dioptimalkan. Kamu bisa bekerja berjam-jam tanpa khawatir panas di pangkuan.
Bagi yang ragu, MacBook Neo membuktikan bahwa chip A-series Apple kini siap masuk ke lini MacBook. Pre-order sekarang di olimesin.com dan rasakan sendiri bedanya. Chip A18 Pro bukan sekadar upgrade, tapi revolusi untuk laptop harga di bawah 15 juta.











Komentar